Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda

Written By Unknown on Selasa, 26 Februari 2013 | 05.08

Kegagalan itu adalah suatu proses  ketidak sempurnaan dari apa yang kita harapkan, serta yang kita lakukan sebelumnya. Bagi sebagian orang hal kegagalan ini adalah menjadi pembangkit niatnya dan menjadikan pelajaran untuk tidak mengulangi hal yang serupa bila suatu saat mendapatkan kejadian tersebut. Bagi sebagian orang ada yang menganggap kegagalan ini adalah suatu karma dari semua yang pernah dia lakukan sebelumnya bahkan ada juga yang mengatakan kegagalan itu datang bukan karna dirinya sendiri melainkan kesalahan dari orang lain. Pendapat pendapat diatas mengapresiasikan kita bahwa kegagalan itu sangat tidak layak untuk kita. tapi dalam bahasan kali ini kita membahas soal pernyataan " Kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda ". pernyataan tersubut memang sungguh kurang nyaman terdengar ditelinga kita apalagi soal kegagalan pasti itu suatu masalah dan kita tidak nyaman untuk menyatakannya. Tapi hal tersebut perlu kita bahas agar pada saatnya tiba bila kita mengalami suatu kegagalan itu tidak akan menjadikan kita hancur ataupun takut dalam melakukan sesuatu hal dalam tanda kutib kebaikan. Sebenarnya awal dari kegagalan itu tidak terlepas dari pada diri kita, terkadang apa yang kita lakukan tidak sejalan dengan hati  nurani kita sehingga mengakibatkan bathin kita tidak akan  senyawa dengan apa yang kita lakukan dan rasa bersyukur tidak akan pernah ada.

Bila mana setiap apa yang akan anda kerjakan, ada baiknya anda selalu mempertanyakan dulu dalam diri anda, layak tidaknya anda mengerjakan serta mampu menerima suatu resiko dari apa yang anda kerjakan itu, setiap pekerjaan yang kita lakukan mempunyai resiko, jadi dalam hal ini anda harus lebih faham dalam resiko yang anda kerjakan, biar anda mampu bila suatu saat nanti resiko itu datang berkunjung kepada anda, anda tidak langsung terpuruk dan mengakibatkan anda hancur. Bila anda memahami resiko yang bakal terjadi, mungkin secara tidak sadar kegagalan itu akan menjadi seuatu pelajaran buat anda, dan mungkin suatu saat bila anda ingin melakukannya lagi resiko itu bisa anda perkecil dan kegagalan tidaklah begitu besar, dengan sedikit kesalahan akan mengakibatkan kita menjadi mapan di bidang itu, serta kegagalan itu bukanlah suatu penghalang melainkan sebagai matapelajaran bidang studi menuju kesuksesan.

Segala sesuatu yang sudah kita kerjakan ada baiknya kita tidak selalu memikirkan keuntungan yang sebesar apa yang dapat kita peroleh dari semua jerih payah serta kerja keras yang kita lakukan selama ini. Ada bayak hal yang selalu di anut manusia dalam dirinya, yaitu " Selalu ingin menghasilkan keuntungan yang berlimpah " Hal inilah yang akan menjadikan anda semakin dekat dengan kegagalan, serta akan menjadikan hidup anda semakin tidak terarah. Dimana setiap keuntungan ataupun upah dari semua kerja keras dan jeripayahmu itu sudah mempunyai ukuran tertentu, Sungguh luar biasanya  bila anda mampu menarik  seekor gajah dengan sehelai benang bukan ?  hal itu sudah menjadi kodrat bahwa untuk mencapai sesuatu yang lebih besar, kita akan mempersiapkan diri kita untuk lebih menerima resiko yang melebihi dari yang kita dapatkan.

Solusi :

Sadarlah dengan segala kemampuan anda dalam melakukan segala hal, dan belajarlah untuk selalu meyakinkan diri anda bahwa anda tidaklah manusia yang sempurnah. Lalu anda harus berpikir bahwa segala yang kita lakukan akan mempunyai resiko, tergantung besar kecilnya apa yang kita kerjakan. Sadarilah bahwa anda bukan seorang profesional dalam hidup ini  melainkan seorang yang butuh tuntunan serta ilmu yang lebih banyak lagi untuk dapat anda pergunakan dalam hidup ini. Yakinkan diri anda agar tujuan dari semua yang anda kerjakan bukanlah hanya soal keuntungannya saja melainkan " Sebagai Manusia anda harus lebih berbuat dari pada anda duduk diam dan berpangku tangan "

Resiko dari setiap ucapan " Saya "

Saya, hanya saya, baru saya...!!! bahasa itu sangat sering kita dengarkan bahkan secara sadar ataupun tidak sadar kita terus mengatakannya dalam setiap pembicaraan kita terhadap sesama. Hal tersebut menandakan pada dasarnya manusia itu pada zaman sekarang ini tidak lagi memiliki rasa sayang terhadap sesamanya dan ingin selalu diatas dari sesamanya. memang melihat dari kultur dan kebiasaan hidup kita sehari hari manusia itu berbeda derajadnya tapi yang menjadi permasalahannya apakah itu tetap menjadi patokan dalam hidup kita, atau apakah kita tidak membutuhkan sesama lagi dalam bidang apapun, atau cukupkah hanya materi dan kelebihan kita yang dapat kita andalkan untuk menebus rasa persaudaraan sesama manusia ?
Arti dari ucapan bila kita mengatakan saya, hanya saya, baru saya .... atau apapun itu berarti kita harus benar benar mampu dalam segala bidang khususnya dalam hal membantu sesama kita. ucapan tersebut mempunyai pundasi bahwa kita orang yang bertanggung jawab dalam segala hal di mana ucapan tersebut di sebutkan. Bila mana kita menyebutkan ucapan tersebut ( saya, hanya saya, baru saya ....  ) itu menandakan kita harus lebih loyal dan penopang dalam segala hal kepada sesama kita.
Bila kita menyebutkan perkataan tersebut dengan secara spontan kita telah menyebutkan diri kita adalah orang yang paling di level atas melebihi sesama kita, dan sangat di sayangkan bila orang lain menganggap kita sombong. Hal ini dapat membuat reputasi kita buruk di mata sesama, tanpa sadar kita hal tersebut dapat mempengaruhi mental dan kepribadian kita. Banyak teori yang membuktikan bila kita selalu menyebutkan diri kita sendiri mempunyai kemampuan lebih akan menjadikan suatu beban moral kepada kita. Ucapan tersebut ( saya, hanya saya, baru saya ....  ) menjadi suatu dingding pemisah antara kita dan sesama, besar kemungkinan semakin kita mengatakannya semakin banyak yang menjauh dari kita.

Pesan :

Setiap perkataan yang pernah kita ucapkan tentang kita sendiri kepada orang lain dengan seringnya, akan menjadikan kita sebagai orang bodoh dimata orang tersebut.[ Rivai Silaban ]

Mampu untuk menyatakan kebenaran

Kebenaran memang sudah menjadi hak setiap manusia, apa bila kebenaran yang kita miliki tidak dihiraukan ataupun tidak diakui orang lain, tentu kita merasa sedih, sebab kebenaran yang memang benar sepatutnya untuk di benarkan. Banyak orang yang menghabiskan hartanya untuk mencari suatu kebenaran, tapi dalam pembahasan kali ini kita bukan membahas mengenai kebenaran, seperti yang sudah di uraikan di atas. Kebenaran yang kali ini akan di bahas dalam artikel ini adalah, Bila kita merasa bersalah seharusnya kita mampu untuk menyatakan kebenaran bahwa kita itu salah. ini yang akan menjadi pembahasan kita kali ini, sebab untuk menyatakan suatu kesalahan yang pernah kita perbuat bukanlah segampang mengatakan nama kita sendiri, karena banyak alasan kenapa kita tidak mampu dalam menyatakan suatu kebenaran bahwa semuanya itu adalah merupakan kesalahan. Seringkali kita merasa bersalah tapi selalu didiamkan, tapi bila kawan ataupun orang lain bersalah kita malah membahasnya dan menjadikan masalah itu menjadi besar. Terkadang kita lebih suka melihat kesalahan otang lain daripada mengoreksi diri kita sendiri, dan kita bahkan lebih faham pada kesalahan orang lain ketimbang semua kesalahan yang pernah kita perbuat. Tapi jangan heran itulah yang namanya hidup. Untuk saat ini aku akan menjelaskan beberapa faktor yang membuat kita merasa tidak mampu untuk menyatakan kerbenaran suatu kesalahan itu.

  • Kita merasa lebih dari pada orang lain.
Hidup ini merupakan suatu kenyataan dimana kita harus lebih serba bisa untuk mendapatkan hidup yang menyenangkan. Setiap orang berlomba lomba untuk maju, sehingga terciptanyalah suatu kesenjangan hidup, dimana suatu kasta tercipta dengan sendirinya. Hal yang seperti ini banyak mempengaruhi hidup kita, baik itu dalam membenarkan dan menyalahkan. Kebanyakan orang bila dia merasa lebih tinggi derajatnya dengan manusia lainnya, akan sangat sulit untuk menerima suatu kesalahan bahkan kesalahan yang memang  dia perbuat sangat sukar untuk dia mengakuinya. Ini adalah suatu realita hidup saat ini, tapi bila kita masih sederajat atau boleh dikatakan bersahabat pastinya dalam menyatakan kebenaran bahwa kita bersalah akan lebih mudah. Merasa kita lebih hebat daripada yang lain akan menjadikan kita tetap merasa benar, dan menjadi pantangan bila kita disalahkan apa lagi untuk menyatakan kesalahan kita sendiri, yang memang sudah terbukti bersalah dan semua orang sudah mengetahuinya.
  • Takut menerima konsekwensinya.
Malu adalah suatu konsekwensi dari permasalahan ini, makanya banyak orang selalu mendiamkan semua kesalahan yang dia perbuat, bahkan dia akan menjadikan orang lain sebagai kambing hitamnya. Harga diri membuat kita buta, dalam hal apapun baik itu terhadap kesalahan yang telah kita perbuat. Memang untuk menerima rasa malu ini kita sedikit canggung, soalnya kita merasa itu adalah tabu bagi kita.

Kesimpulan :

Untuk menyatakan suatu kebenaran dalam hal bersalah itu, anda tidak perlu untuk memikirkan rasa malunya dan memperdulikan harga diri anda, sebab sebuah kesalahan itu tidak memandang hargadiri dan konsekwensinya, nyatakanlah bila anda memang bersalah, karena keberanian kita mengungkapkan suatu kesalahan walaupun itu kesalahan kita sendiri yang memang sangat menyakitkan hal tersebut menjadi nilai positif buat anda. Pikirkanlah kebaikan yang bakal anda dapatkan dibalik suatu pengakuan yang anda nyatakan, bahwa kenyataan yang anda utarakan itu paling tidak masih dapat membahagiakan orang lain.

Pesan
" Seberat apapun kesalahan yang engkau perbuat nyatakanlah untuk membuat hatimu damai, walaupun kenyataannya engkau merasa sakit, paling tidak ada orang yang engkau buat bahagia, dan kenyataan yang engkau buat itu masih berguna " ( Rivai Silaban )

Belajar dari semua kesalahan

Setiap manusia layak untuk mendapatkan penghargaan serta pujian asal jangan semua yang pernah kita miliki itu, akan menjadikan kesombongan dalam diri kita. Banyak orang yang tidak mempermasalahkan, permasalahan permasalahan yang dapat dia temui dalam kesehari hariannya, mungkin dia sudah termasuk orang yang bosan dengan suatu masalah.  Lebih banyak lagi orang yang menganggap sebuah kesalahan itu menjadikan musuh besar bagi dia dan dia tidak dapat menerima resiko dari sebuah masalah tersebut. Tapi cukup sedikit bahkan terbatas bila orang menganggap suatu masalah itu menjadi pelajaran untuk tidak mengulagi kesalahan itu datang kembali. Pembahasan kali ini adalah bagaimana kita mampu untuk menjadikan masalah ataupun semua masalah yang ada dalam diri kita menjadi suatu pembelajaran bahkan ilmu yang sangat berharga buat kita. Dalam artikel kali ini saya akan membahas faktor faktor  untuk menjadikan sebuah masalah itu menjadi pelajaran buat kita. Ada 2 faktor yang akan kita lihat dalam artikel kali ini, iyaitu :

  • Bagaimana cara kita untuk menerima sebuah kesalahan
Dalam kehidupan kita sehari hari sangat langka untuk kita mampu menerima kesalahan yang memang sudah jelas merupakan kesalahan kita. Hal itu diakibatkan adanya didalam diri manusia rasa malu dan rasa ego, sehingga dalam menerima kesalahan yang kita perbuat sangat susah. Terkadang kita selalu ingin hidup dengan tidak adanya kesalahan yang kita perbuat, tapi walaupun demikian, kalaupun kita tidak pernah mempunyai kesalahan sedikitpun tapi kita sebagai mahluk hidup yang bermasyarakat, bagaimana kita mampu menerima bila orang lain bersalah kepada kita ? Apakah semakin kita tidak mengenal rasa bersalah itu semakin benci pula kita kepada seseorang itu, bila ada seseorang yang bersalah kepada kita. Saya rasa hal itu akan sebanding, yah.. yah.... memang kita pasti akan mempunyai kesalahan tapi bagaimana kita mampu untuk menerima semua kesalahan yang kita perbuat ataupun yang tidak kita perbuat.

Solusi ;
Untuk dapat menerima semua kesalahan yang kita perbuat ataupun yang tidak kita perbuat adalah, adanya kontrol diri dalam diri kita, serta rasa kasih sayang. Bila kita mampu dalam mengontrol rasa malu dan ego kita, mudah mudahan kita bakal mampu untuk menerima semua kesalahan tersebut tanpa terkecuali kesalahan siapapun. Kita harus memahami, bila saat ini anda bersalah mungkin besok anda bakal benar, dan itu sudah menjadi kebiasaan dalam hidup kita sehari hari. Rasa Kasih sayang akan memperkuat mental kita untuk mampu menerima sebuah kesalahan, bila seorang teman bersalah , pasti masalah itu hanya biasa saja dan menjadi pelajaran buat anda bila anda menyayanginya, tapi bila anda membencinya pasti kesalahan tersebut akan menjadi besar buat anda.

  • Menjadikan masalah itu menjadi ilmu yang sangat berharga
Masalah itu ada dalam setiap apa yang akan anda kerjakan tergantung bagaimana anda menyikapinya ataupun membawakannya dalam kehidupan anda. Hanya yang menjadi persoalan bagaimana membuat suatu masalah itu bukan untuk menurunkan semangat kita tapi lebih kepada membangkitkan semangat kita, oleh karna itu terciptalah bagaimana kita menjadikan masalah itu menjadi sebuah ilmu yang paling berharga dalam hidup kita. Setiap masalah pasti mempunyai jalan keluar baik itu buruk atau tidak,  tergantung anda yang menilai.

Solusi ;
Kita harus lebih faham terhadap semua masalah dalam diri kita, baik itu yang datang dari orang lain ataupun atas kesalahan kita. Salah satu contoh, ada kalanya anda melakukan suatu pekerjaan dan sudah anda pikirkan tapi ada orang lain yang memberikan suatu solusi menurut pandangan dia bahwa yang anda kerjakan itu masih kurang  bagus dan perlu untuk direfisi lagi, tapi anda hanya berpatokan kepada pemikiran anda tanpa memperdulikan hal yang telah diberikan orang lain tersebut. Hingga tiba saatnya yang anda dapatkan adalah kegagalan, pasti anda akan merasa bersalah tidak mendengarkan ucapan dari seseorang tersebut. Setiap masalah harusnya kita buat sebagai pembelajaran dalam hidup kita, untuk lebih mudah mempelajari masalah yang datang kepada kita baik itu masalah yang kita lakukan, ada baiknya kita sadar diri dan mampu dalam menyatakan kebenaran ( klik disini bagaimana cara kita untuk lebih mampu dalam menyatakan kesalahan kita ) bahwa apa yang telah kita pernbuat itu merupakan suatu kesalahan dan belajar untuk dapat memaafkan ( klik disini, bagaimana kita untuk lebih mampu memaafkan orang lain).

Pesan !!
" Anggaplah semua masalah yang datang kepadamu sebagai awal dari keberhasilanmu, agar apa yang akan kamu kerjakan kedepannya tidak terkendala oleh apapun juga "
( Rivai Silaban )

Kecantikan bukan segalanya

Written By Unknown on Selasa, 19 Februari 2013 | 13.29

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya. Suatu saat perempuan itu berkata padanya, “Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.” Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.

Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.” Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati…terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata… Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan.

Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan. Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai dlm perbuatan akan berakhir pada perpisahan yg tidak diinginkan. Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak.
 
Support : Creating Design Website
Copyright © 2013. HKBP Ressort Balimbingan HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN - All Rights Reserved
DESIGN Created by Design Published by RIVAI SILABAN
Join Site by HKBP Nabolon